Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
https://ejurnal.stiqisykarima.ac.id/index.php/bunyanal-ulum
<p><img src="https://ejurnal.stiqisykarima.ac.id/public/site/images/admin/cover-new-bunyan.png" alt="" width="237" height="237" /></p> <p align="justify"><strong>Bunyan al-Ulum</strong> will be published for the first time in 2024 in July with a publication frequency in January and July In 2024, Bunyan al-Ulum will also be processed into an online journal using the Open Journal System. Bunyan al-Ulum is an annual journal that focuses on Islamic studies. Published by STIQ Isy Karima Karanganyar in Central Java. The journal openly invites contributions of in-depth insights and research findings from scholars and researchers in relevant academic disciplines.</p>Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karimaen-USBunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam3063-2048Studi Penciptaan Manusia dari Tanah dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir An-Nur
https://ejurnal.stiqisykarima.ac.id/index.php/bunyanal-ulum/article/view/412
<p>Manusia merupakan salah satu ciptaan Allah yang memiliki tujuan paling jelas sebagai <em>khalifah fil ‘ardh</em> yang Allah pilih langsung sekaligus sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan Allah. Penelitian ini mengkaji tentang penciptaan manusia dari tanah dalam Al-Qur’an perspektif Tafsir An-Nur. Penelitian ini merujuk pada penciptaan manusia pertama, yaitu Nabi Adam yang disebutkan dalam Al-Qur’an, sebagai makhluk yang Allah ciptakan pertama kali menggunakan unsur tanah. Pemilihan penelitian ini mencakup beberapa tujuan dan hikmah penting terkait hakikat manusia dan hubungannya dengan alam. Tafsir An-Nur merupakan salah satu tafsir kontemporer yang monumental di abad ini, bahasa yang efektif dan mudah di pahami bagi seluruh kalangan masyarakat, sekaligus relevan untuk penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tafsir ayat-ayat penciptaan manusia dari tanah dan hikmah dari penafsiran tersebut bagi umat islam saat ini dengan menggunakan metode <em>library research</em> atau penelitian kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah dengan bahan baku tanah. Manusia yang diciptakan setelahnya berasal dari nuthfah dan sel telur yang keduanya memiliki asal muasal dari tanah sebagai pengingat dan hikmah bagi umat islam saat ini. Agar manusia selalu mengingat keagungan dan kemuliaan Allah dengan melihat diri mereka sendiri, memahami tujuan manusia diciptakan serta mengingat ajal dan kematian mereka, bahwa sejatinya mereka berasal dari tanah dan nantinya akan kembali ke tanah (meninggal). Sehingga, perlu merenungi keajaiban yang Allah perlihatkan dengan memahami kondisi manusia itu sendiri serta mempersiapkan diri menghadapi <em>yaumul akhir</em> sehingga akan bertambah iman seseorang. Semua hal diatas dilakukan sebagai bentuk kesadaran dan kepasrahan diri bahwa Allah adalah sebaik-baik pencipta dan Maha Kuasa atas segala sesuatu yang terjadi di dalamnya.</p>Putri AprilianiAkhmad SulthoniIndri Astuti
Copyright (c) 2026 Putri Apriliani, Akhmad Sulthoni, Indri Astuti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-312026-01-312212510.58438/bunyanalulum.v2i2.412Penafsiran Ayat Orang-Orang yang Lalai (Ghafilun) Perspektif Tafsir Al-Jami’ Li Al-Ahkam Al-Qur’an
https://ejurnal.stiqisykarima.ac.id/index.php/bunyanal-ulum/article/view/387
<p>Penelitian ini mengkaji tentang penafsiran ayat orang-orang yang lalai (<em>ghafilun</em>) dalam al-Qur’an perpektif Tafsir al-Qurthubi. Orang-orang yang lalai yang dimaksud dalam penelitian ini adalah orang yang sengaja mengabaikan tanda-tanda kebenaran dan peringatan sehingga mereka berpaling dari Allah. Alasan penggunaan tafsir ini karena kitab ini merupakan salah satu kitab tafsir terbesar yang di dasari kajian fiqih dalam rangka menambah rujukan keilmuan terkait kitab tafsir ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siapa saja yang termasuk orang-orang yang lalai menurut tafsir al-Qurthubi, dan bagaimana cara agar kita dapat terhindar dari kelalaian. Penelitian ini menggunakan library research atau penelitian kepustakaan. Adapun sumber utama dalam penelitian ini menggunakan kitab tafsir al-Jami’ Li al-Ahkam al-Qur’an karya Imam al-Qurthubi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang lalai merupakan bentuk pengabaian terhadap amanah akal dan pancaindra untuk memahami kebenaran. Tafsir al-Qurthubi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat sebagai upaya untuk selalu sadar bahwa dunia ini fana dan harus dipertanggungjawabkan.</p>Nabila N AisyahFaridahAkhmadiyah Saputra
Copyright (c) 2025 Nabila N Aisyah, Faridah, Akhmadiyah Saputra
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-032026-02-0322264210.58438/bunyanalulum.v2i2.387Penafsiran Ayat-ayat Hati yang Tertutup dalam Tafsir Al-Munir
https://ejurnal.stiqisykarima.ac.id/index.php/bunyanal-ulum/article/view/426
<p>Latar belakang penelitian ini bermula dari problematika kehidupan, diantaranya adalah timbulnya berbagai perbuatan tercela saat ini yang merugikan Masyarakat dengan menganalisis ayat-ayat hati yang tertutup dalam Tafsir Al-Munir kemudian relevansi penafsiran Wahbah Az-Zuhaili terhadap ayat-ayat yang terkait dengan konteks kekinian. Kemudian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara ayat-ayat hati yang tertutup menurut Wahbah Az-Zuhaili dengan konteks kehidupan saat ini. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research), menggunakan sumber data primer berupa kitab Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili dan data sekunder berupa jurnal ilmiah, artikel dan buku yang berkaitan dengan judul. Dan penulis menggunakan metode deskriptif analisis yaitu mengumpulkan ayat-ayat hati yang tertutup kemudian menganalisisi ayat yang terkait dengan relevansi saat ini. Hati yang tertutup ialah hati yang terkunci oleh Allah Ta’ala karena kemunafikan dan keingkaran mereka orang-orang unafik dan orang kafir terhadap ayat-ayat Allah Ta’ala dan ajaran-ajaran yang telah disampaikan Nabi Muhammad. Saat ini, banyak Masyarakat yang melakukan perbuatan tercela seperti kriminalitas dan kenakalan remaja yang mengakibatkan hati mereka tertutup dari kebenaran dan tidak memiliki orientasi kebaikan, apabila pelaku melakukan aksi perbuatan tersebut secara terus menerus, menyebabkan hati mereka tertutup dari nasehat baik dari lingkungan sekitar.</p>Ummi Fajriah MubarokahSiti RokhaniMurdianto
Copyright (c) 2026 Ummi Fajriah Mubarokah, Siti Rokhani, Murdianto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-032026-02-0322436810.58438/bunyanalulum.v2i2.426Internalisasi Nilai Niat Dan Ketekunan Dalam Kitab Ta’lim Al-Muta'allim Sebagai Strategi Menangkal Budaya Instan Di Kalangan Siswa
https://ejurnal.stiqisykarima.ac.id/index.php/bunyanal-ulum/article/view/414
<p>Budaya serba instan yang muncul akibat penggunaan media sosial yang luas telah mengubah cara berpikir dan perilaku belajar para pelajar, terutama di kalangan generasi Z. Gejala ini terlihat dari berkurangnya kesabaran, ketekunan, dan kemampuan mengendalikan diri dalam proses belajar. Artikel ini bertujuan untuk meneliti bagaimana nilai niat dan ketekunan diinternalisasi dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim Ṭariq at-Ta‘allum yang ditulis oleh Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji, sebagai langkah pendidikan karakter Islam untuk menghadapi budaya instan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, serta menggabungkan teori Uses and Gratification dan konsep pengendalian diri dalam analisisnya. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa niat tulus karena Allah dan ketekunan sebagai bagian dari proses panjang dalam menuntut ilmu adalah dua aspek utama yang diajarkan dalam kitab tersebut. Internalisasi nilai-nilai ini dapat memperkuat kemampuan kontrol diri siswa, meningkatkan kesadaran spiritual, dan memperbaiki ketahanan dalam belajar. Strategi yang diusulkan meliputi pengintegrasian kitab Ta’lim al-Muta’allim ke dalam kurikulum, memberi teladan dari guru, bimbingan spiritual, serta literasi media digital. Artikel ini merekomendasikan pentingnya pembaruan kitab-kitab klasik dalam pendidikan Islam modern sebagai solusi alternatif untuk membangun karakter generasi pembelajar yang kuat, sabar, dan mempunyai visi.</p> <p>Kata Kunci: Ta’lim al-Muta’allim, budaya instan, niat, ketekunan, pengendalian diri, pendidikan karakter</p>AriyantoFisa Bela MasithohMulyanto Abdullah Khoir
Copyright (c) 2026 Ariyanto, Fisa Bela Masithoh, Mulyanto Abdullah Khoir
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-032026-02-0322699510.58438/bunyanalulum.v2i2.414